Kamis 8 Desember
KEKECEWAAN KITA BUKANLAH
KEKECEWAAN ALLAH
"Maka ia berkata kepadaku: 'Engkau harus bernubuat lagi kepada banyak bangsa dan kaum dan bahasa dan raja'" (Wahyu 10:11).
Pernahkah Anda mengalami kekecewaan besar, karena kekalahan pribadi? Kekecewaan kita mungkin tampak tidak sama bagi Allah, la dapat membuat sesuatu yang besar dari sesuatu yang buruk sekali. la adalah Allah dari permulaan-permulaan baru, yang mengubah tragedi menjadi kemenangan.
Murid-murid mengalami kekecewaan besar dalam hidup mereka. Tidakkah Anda akan merasa hancur bila tumpuan pengharapan Anda dieksekusi di salib, jika Dia yang Anda percayai sebagai Mesias dunia kini menjadi mati?Apakah nubuatan tentang Mesias dari Perjanjian Lama meramalkan kematian Yesus? Mungkinkah para murid telah mengetahuinya? Mungkinkah mereka telah disiapkan? Tentu saja! Mereka salah mengerti ramalan Perjanjian Lama. Mereka mengira Mesias akan membawa kerajaan kemuliaan. Mereka tidak mengantisipasi kerajaan kasih karunia.
Dari kekecewaan pada tahun 31, Allah menumbuhkan gereja Kristen. Curahan Roh Kudus pada hari Pentakosta memberi kuasa kepada gereja untuk membawa Injil ke sudut-sudut dunia yang tak terjangkau.
Melangkah cepat, 1.800 tahun kemudian. Sekelompok kecil orang percaya mempelajari nubuatan Daniel dan Wahyu. Mereka menyimpulkan bahwa Yesus akan segera datang. Jumlah mereka bertambah menjadi puluhan ribu. Sejumlah pertobatan-pertobatan yang sungguh-sungguh memperlihatkan kuasa Roh dari pekabaran mereka.
Ketika mereka menelusuri nubuatan Daniel, berdasarkan pada nubuatan Daniel 8:14 tentang 2300 petang dan pagi atau tahun, mereka menyimpulkan bahwa Kristus akan datang tanggal 22 Oktober 1844. Orang-orang Advent mula-mula ini menunggu kedatangan-Nya dengan antisipasi yang besar. Ketika la tidak tampak, mereka hancur. Yohanes pewahyu menggambarkan pengalaman mereka ketika ia meramalkan bahwa mereka akan mengambil buku kecil ini (Daniel) dari tangan malaikat dan memakannya (mempelajarinya), dan itu akan manis di mulut mereka tetapi pahit di dalam perutnya (lihat Wahyu 10:9-11).
Nubuatan-nubuatan ini, dulunya begitu manis dalam pengalaman mereka namun tampaknya pahit di dalam perut mereka, Kemanisan penemuan itu telah hilang. Kepahitan dari kekecewaan itu mengancam untuk melenyapkan iman mereka.
Baik gereja Perjanjian Baru maupun gerakan Advent, dibangkitkan dari kekecewaan. Apa yang terjadi pada orang-orang yang begitu pahitnya dikecewakan? Mereka bertumbuh menjadi sebuah gerakan misionaris yang besar, mengabarkan pekabaran Allah yang terakhir.
Tuhan kita suka mengubah tragedi menjadi satu kemenangan. Biarkan Dia mengubah kekecewaan Anda menjadi sesuatu yang ajaib hari ini.
Jumat 9 Desember
DUA RIBU TAHUN DAN
masih menghitung
"Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan la yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya" (Ibrani 10:37).
Pertanyaan pendeta muda itu mengejutkan saya. Pertanyaan itu mencerminkan pengertian tentang ketidakpastian. Itu merupakan pertanyaan jujur, bukan sinis, tetapi bagaimanapun itu keragu-raguan. la bertanya, "Apakah Anda percaya Yesus akan segera datang? Tidakkah orang-orang Advent mengabarkan kedatangan Yesus selama lebih dari 150 tahun? Tidakkah Anda setuju- bahwa kedatangan-Nya mungkin 500 tahun, 750 tahun, atau 1.000 tahun lagi?" Pertanyaan-pertanyaan ini menuntut jawaban yang tepat.
Memang benar bahwa umat Masehi Advent Hari Ketujuh telah mengabarkan tentang kedatangan Yesus, selama lebih dari 150 tahun. Benar juga bahwa kita bukan generasi pertama yang menantikan kedatangan Tuhan kita yang segera tiba.
Ketika Yesus naik ke surga, murid-murid-Nya sendiri berharap bahwa la akan segera kembali. Mereka tidak membayangkan akan ada penundaan 2.000 tahun lamanya. Setelah surat pertama rasul Paulus kepada jemaat di Tesaionika, orang-orang Kristen mula-mula percaya bahwa Kristus akan segera datang di masa hidup mereka. Mereka bersemangat dengan janji kedatangan Tuhan yang akan segera terjadi. Sang rasul menulis surat Tesaionika kedua untuk membahas tentang kedatangan Kristus yang kedua. la memperingatkan mereka tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi sebelumnya.
Garis besar nubuatan selalu menelusuri peristiwa-peristiwa yang memuncak sebelum kedatangan Yesus. Pertanyaan utamanya adalah seputar nubuatan tentang waktu. Dalam Daniel 2, kerajaan-kerajaan emas, perak, tembaga, dan besi telah memudar di tengah debu sejarah. Babel, Media-Persia, Yunani, dan Roma sekarang sudah tiada. Kerajaan Roma telah terbagi. Peristiwa berikutnya adalah batu yang menghantam patung itu. Keempat binatang dalam Daniel 7 melambangkan keempat kekuasaan yang sama yang telah hilang. Singa, beruang, macan tutul, dan naga telah hancur. Tanduk yang 10 melambangkan kerajaan Roma yang terbagi telah memberikan jalan bagi kebangkitan tanduk kecil itu, sebuah kekuasaan politik-keagamaan dalam Kepausan. Masa 2.300 petang dan pagi, atau tahun, telah tergenapi di tahun 1844 dan sebagai permulaan pelayanan akhir Yesus di tempat kudus surgawi.
Ketujuh jemaat dalam Wahyu, melambangkan tujuh masa sejarah jemaat, telah tergenapi. Ketujuh meterai telah dibuka, dan ketujuh sangkakala telah berbunyi di sepanjang sejarah. Semua masa nubuatan besar itu telah digenapi. Kita tidak mengetahui kapan Kristus akan datang. Kita tidak dapat menentukan betapa dekatnya dekat itu, atau betapa segeranya segera itu, tetapi dengan keyakinan mutlak kita dapat menyatakan nubuatan yang sudah digenapi itu menyatakan bahwa kedatangan-Nya sudah dekat.
Sabtu 10 Desember
MENEMUKAN PERSAUDARAAN
DALAM KELUARGA ROHANI ALLAH
"Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, yang daripada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya" (Efesus 3:14, 15).
Saya mengagumi cara seorang wanita Virginia bemama Dorothy Redford, menciptakan sebuah perayaan keluarga dari rriasa lalu yang tidak menjanjikan. Dalam mencari silsilah keluarga, ia menemukan rekening penjualan di sebuah pengadilan negara yang menunjukkan bahwa nenek moyang terdahulu yang dapat diketahui, Elay Littlejohn, dan delapan anak telah dijual sebagai budak kepada pemilik Perkebunan Somerset di Carolina Utara. Dorothy mulai menyisir dokumen-dokumen dari Somerset dan menemukan untuk pertama kalinya suatu jaringan deretan nama yang menjadi keluarga besarnya. la memutuskan untuk mengadakan reuni keluarga.
Di bulan September 1986, Somerset Place Plantation, sekarang tempat bersejarah negara, menyaksikan sebuah pertemuan reuni yang unik dalam sejarah Amerika. Keturunan-keturunan para budak, yang dulu pernah bekerja di perkebunan Carolina Utara itu, berkumpul untuk mengenang nenek moyang mereka. Ada konser rohani, pameran dansa Afrika, dan mengenang kembali pemikahan budak. Tetapi fokus peristiwa itu adalah sukacita pertemuan bersama, mendapati bahwa mereka berasal dari masa lalu yang sama.
Reuni Somerset itu menjadi acara yang tak terlupakan. Dorothy Redford mengambil kesempatan itu untuk mengenangnya. Hasilnya, ia menyisihkan waktu untuk menciptakan sebuah keluarga baru.
Dalam satu pengertian yang sangat nyata, kita juga adalah pada budak. Dosa adalah pemberi tugas yang sangat kejam. Dosa membuat kita dalam perbudakan, menghancurkan potensi kita. Dibebaskan dalam Kristus, kita bergabung dengan satu keluarga baru. Kita berasal dari latar belakang yang berbeda, tetapi krta dipersatukan olehmasa lalu yang sama dan kelepasan yang sama ke dalam satu komunitas rohani yang baru, yaitu gereja. Sebuah lagu Injil yang dinyanyikan Bill dan Gloria Gaither menyatakan kebenaran kekal ini dengan baik: "Anda mungkin memperhatikan kita sebagai saudara di sini, itu karena kita memang satu keluarga, dan saudara-saudara ini begitu berharga. Ketika seseorang sakit hati, kita semua mencucurkan air mata...."
Kita semua merindukan satu keterkaitan, untuk keluarga, untuk rumah tangga. Gereja adalah keluarga Allah. Mungkin bukan satu keluarga yang sempurna, tetapi itu adalah keluarga-Nya. Itu menyediakan pemeliharaan, keamanan, dan kebersa-maan dalam dunia kita yang terpecah-pecah. Itu menawarkan kita pengertian komunitas yang sangat kita dambakan. Gereja adalah satu tempat untuk pemahaman bersama, menanggung beban satu sama lain, mendengarkan sukacita dan kesedihan satu sama lain, dan memenuhi kebutuhan satu sama lain.
Sama seperti tiap bagian tubuh adalah bagian dari keseluruhan, masing-masing anggota gereja bersatu melalui Kristus. Bergembiralah hari ini dalam keluarga Allah.
Minggu 11 Desember
BERSEDIALAH!
"Sebab itu, hendaklah katnu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak katnu duga" (Matius 24:44).
Sebuah novel Inggris abad kedelapan belas rhenceritakan sebuah Kota Welsh kecil, di mana selama 500 tahun penduduknya berkumpul di gereja desa pada Malam Natal untuk berdoa dan bernyanyi. Sebelum tengah malam, mereka menyalakan lilin dan lentera dan menyanyikan lagu-lagu gembira. Itu suatu pemandangan yang luar biasa. Gereja dihiasi dengan suasana pesta untuk kesempatan itu. Alunan suara "Malam Kudus" dan "Datanglah, Dia yang Setia" menandai suasana. Arak-arakan meninggalkan gereja beberapa menit sebelum jam menunjukkan tepat pukul 24:00. Mereka berjalan menyusuri jalanan kota beberapa mil ke arah sebuah gubuk di kota tua itu.
Di sana mereka membuat pemandangan palungan. Dalam acara yang sederhana, mereka bersujud dan berdoa. Lagu-lagu mereka menghangatkan udara bulan Desember yang dingin. Setiap orang di kota, yang mampu berjalan, ada di sana. Tua dan muda, terdidik dan tak terdidik, kaya dan miskin, semua ada di sana.
Selama berabad-abad, mereka melakukan ini, dan sebuah mitos menarik telah timbul, bahwa bila semua warga kota berdoa dengan iman yang sempurna, saat itu juga pada Malam Natal itu, kedatangan Kristus kedua kali akan terjadi.
Dalam cerita itu, salah seorang tokoh ditanya, 'Apakah Anda percaya la akan datang pada Malam Natal ini?" "Tidak," ia menjawab, sambil menggelengkan kepalanya dengan sedih. "Tidak, saya tidak percaya." "Kalau begitu mengapa Anda ikut setiap tahun?" "Ah," katanya, sambil tersenyum. "Bagaimana kalau saya satu-satunya orang yang tidak ada di sana ketika itu terjadi nanti?"
Sungguh jawaban menarik. Orang tua ini mengucapkan kata-kata bijak menakjubkan. Intisarinya ia berkata, "Saya tidak mengetahui kapan Yesus akan datang, tetapi saya mengetahui ini, bila la datang saya ingin siap. Saya tidak ingin melewatkan peristiwa itu. Saya tidak ingin berada di rumah sedang tertidur di tengah malam, hanya untuk terkejut saat la datang."
Seorang pembicara Advent mula-mula terkenal dengan perkataannya, "Satu-satunya cara bersedia ketika Yesus datang adalah bersiap dan tetap bersedia." Kesiapan untuk kedatangan Yesus bukan sesuatu yang kita capai di akhir kehidupan Kristen. Itu adalah sesuatu yang kita alami hari ini di dalam Kristus.
Adakah sesuatu dalam hidup Anda yang akan menghalangi Anda bersedia bagi kedatangan Tuhan? Adakah sikap atau kebiasaan dalam hidup Anda yang menghalangi Anda bertemu Dia? Sudahkah Anda sepenuhnya menyerahkan hidup Anda kepada Kristus? Apakah Anda sedang menantikan kedatangan-Nya yang segera, dengan sukacita yang luar biasa? Adakah sesuatu dalam hidup Anda yang perlu Anda bereskan sekarang, sesuatu yang Anda rasa Anda tidak dapat abaikan lagi?
Yesus dan pria Welsh tua itu berbicara. Mereka berdua berkata, "Bersedialah!"
Senin 12 Desember
MENGAPA PEMUJAAN
MENARIK?
"Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga" (Matius 24:24).
Di bulan Maret 1997, sebanyak 39 orang anggota pemujaan Heaven's Gate memproduksi video perpisahan dan kemudian mengakhiri nyawa mereka sendiri. Mereka percaya bahwa mengikuti Komet Hale-Bopp adalah kendaraan ruang angkasa yang datang untuk menjemput mereka ke "tingkat berikutnya." Para korban di-temukan dengan kain ungu di kepala dan bahu mereka.
Dalam mencoba mengidentifikasi 36 mayat, polisi membuat nomor bebas pulsa untuk panggilan para sanak saudara. Dalam waktu 24 jam, mereka menjawab lebih dari 1.500 sanak saudara yang berduka yang telah kehilangan kontak dengan orang-orang yang mereka kasihi itu selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Pemujaan ada di mana-mana, menyatakan bahwa mereka memiliki pesan dari Allah, berusaha mengendalikan pikiran, menipu mereka yang mau percaya. Ada pemujaan yang berdasarkan Al.kitab, pemujaan UFO, pemujaan Setan, pemujaan Zaman Baru, dan pemujaan Timur.
Mengapa pemujaan-pemujaan tumbuh subur? Jawabannya rumit, tetapi suatu aspek jelas. Pemujaan menarik orang yang mencari kepastian. Dalam dunia yang dipenuhi dengan keragu-raguan, pemujaan menyediakan definisi. Mereka meninggalkan sedikit tempat untuk keragu-raguan. Segala sesuatu itu salah satu dari hitam atau putih, benar atau salah. Tidak ada bagian tengah. Para pemimpin pemujaan mungkin saja keliru, tetapi mereka itu pasti. Mereka mungkin mengajarkan kepalsuan, tetapi mereka yakin dengan apa yang mereka ajarkan.
Jawaban Allah untuk tantangan pemujaan itu adalah kepastian Kitab Suci.
Lukas menulis kepada Theophilus, "Supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar" (Luk. 1:4). Yesus secara empatik menyatakan, "Firman-Mu adalah kebenaran" (Yoh. 17:17). Rasul Paulus menyatakan, "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk menga-jar"(2Tim. 3:16).
Alkitab tidak dipenuhi dengan mitos atau kiasan. Itu dipenuhi dengan kemut-lakan, otoritas llahi. Otoritas Kitab Suci adalah pusat dalam kehidupan masing-mas-ing orang percaya. Kitab Suci adalah pengaruh yang memberi kuasa dalam hidup kita. Ketika kita menolak otoritas Kitab Suci, maka kita membuka diri kita sendiri kepada khayalan.
Pemikiran skeptis, tidak pasti, dari abad kedua puluh satu sudah siap untuk kepastian yang ditawarkan oleh pemujaan. Allah memberikan kita sesuatu yang jauh lebih baik, kebenaran mutlak oleh Firman-Nya. Menolak kebenaran Alkitabiah berarti menyiapkan pikiran kita untuk angan-angan pemujaan yang menipu.
Selasa 13 Desember
PILIHAN ADA PADA ANDA
"Barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma" (Wahyu 22:17).
Para pemimpin pemujaan adalah individu-individu karismatik yang memusatkan perhatian pada diri mereka sendiri. Mereka menjadi sumber kebenaran yang lebih besar daripada firman Allah, mempersulit para anggota pemujaan untuk memisahkan apa yang mereka katakan dari apa yang Allah katakan.
Pemimpin pemujaan Heaven's Gate, Marshall Applewhite percaya bahwa dia bersama rekan pimpinannya, Bonnie Lu Nettles, berasal dari satu "tingkat evolusioner di atas tubuh manusia." Applewhite percaya bahwa ia sedang ditempatkan di dalam tubuh manusia untuk memperlihatkan kepada manusia bagaimana untuk sampai pada "tingkat evolusioner berikutnya." Applewhite metengkah lebih jauh. Di bulan September 1995, ia mengeluarkan satu pemyataan langsung berjudul "Di Balik Yesus Sebelum Kedatangan." Applewhite mulai merujuk dirinya sendiri sebagai Yesus Kristus. la menyatakan dirinya sebagai seorang utusan dari Allah, sama seperti Anak, pada tingkat yang sama dengan Yesus.
Pemimpin pemujaan Solar Temple melakukan hal yang sama. Luc Joret percaya bahwa ia adalah perwujudan Kristus. la bisa membujuk orang-orang bahwa melalui kematian maka mereka dapat mengadakan perjalanan ke satu kehidupan baru di bintang Sirius. Hampir 100 anggota Solar Temple telah melakukan bunuh diri selama beberapa tahun terakhir untuk melakukan apa yang mereka sebut perjalanan itu.
Jim Jones dan David Koresh mengambil kualitas-kualitas seperti Mesias untuk para pengikut mereka. Pemujaan berkembang pesat ketika orang-orang menyerahkan individualitas dan hak mereka dalam membuat keputusan-keputusan moral. Intisari Kekristenan adalah kemampuan untuk memilih. Kadang-kadang kita membuat keputusan yang baik. Lain waktu kita membuat keputusan-keputusan yang buruk, tetapi melalui semua keputusan-keputusan itu kita bertumbuh. Ketika kita menyerah-kan proses pengambilan keputusan moral kita kepada orang lain, kita gagal bertumbuh secara rohani.
Pertumbuhan rohani menuntut pilihan-pilihan. Satu bagian penting dari "diciptakan dalam gambar Allah" adalah pertanggungjawaban pribadi kita di hadapan Allah. Alkitab mulai dengan Allah yang memberikan pilihan luar biasa kepada orang tua pertama kita di Taman Eden. Itu berakhir ketika Allah memberikan semua umat manusia satu pilihan, dengan kata-kata menakjubkan "Roh dan pengantin perempuan itu berkata: 'Marilah!' Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: 'Marilah!' Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!" (Why. 22:17).
Hari ini Allah memanggil kita untuk menempatkan kemauan kita pada sisi yang benar untuk memilih.
Rabu 14 Desember
Dl BAWAH SAYAPNYA
"Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung" (Maznuir 91:4).
Mayerly Sanchez adalah pemimpin Colombia Children's Movement for Peace. la besar dalam satu komunitas yang sarat dengan kejahatan dan kekerasan dekat Bogota, Columbia. Mayerly adalah satu kekuatan positif untuk perdamaian di satu daerah yang terpecah belah oleh konflik. la mengetahui pekerjaan perdamaiannya yang dapat dengan mudah membuatnya terbunuh oleh para pengedar obat atau pemimpin-pemimpin geng kelas tinggi di dalam komunitasnya. Tetapi ia melanjutkan usaha perdamaiannya tanpa rasa takut.
Baru-baru ini ia berkata, "Allah memelihara kami. Bekerja dan membicarakan perdamaian di sini, tidaklah aman, tetapi la senantiasa bersama kami.,.. Kami berlindung di dalam Dia."
Rasa takut itu melumpuhkan. Allah mengajak kita untuk berpaling dari rasa takut kepada janji-janji-Nya yang teguh. Dia adalah keamanan kita. la adalah perlindungan kita.
Dalam bahasa yang paling indah dan paling berarti dari Kitab Suci, Allah meng-gambarkan apa yang la rindu lakukan bagi setiap anak-anak-Nya di bumi ketika ma-lapetaka menimpa, "Dengan kepak-Nya la akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung" (Mzm. 91:4).
Hanya dalam kekekaian kita akan benar-benar mengerti kuasa perlindungan Allah. Saya yakin bahwa hidup saya bisa saja lenyap beberapa kali kalau bukan ka-rena perlindungan Allah. Allah melindungi kita dengan cara-cara yang kita tidak dapat ketahui sampai hari di mana kita bertemu Dia muka dengan muka,
Ellen White menulis, "Kuasa Roh Kudus yang mahakuasa merupakan perta-hanan setiap jiwa yang menyesal, Tidak seorang pun yang dalam penyesalan dan iman telah menuntut perlindungan-Nya akan diperkenankan Kristus melalui kuasa musuh" (Alfa dan Omega, jld. 6, hlm. 109).
Janji ini adalah untuk kita. Di dalam Kristus kita aman. Di dalam Kristus semua rasa takut itu hilang. "Juruselamat berada di sisi umat-Nya yang digoda dan diuji. Dengan Dia tidak mungkin akan kegagalan, kerugian, kemustahilan, atau kekalahan; segala sesuatu dapat kita tanggung di dalam Dia yang menguatkan kita" (idem)
Ketika Anda dianiaya oleh musuh, tetapkan pikiran Anda kepada Pelepas agung. la tidak pernah gagal terhadap suatu tanggungan, jiwa yang percaya, dan la tentu saja tidak akan menggagalkan Anda. Dia adalah perlindungan kita, ketenteraman kita, perlindungan llahi kita. Di dalam Dia maka kita aman hari ini, esok, dan selama-nya.
Kamis 15 Desember
KITA AKAN BERTEMU
DI SURGA
"Tetapi jika kita tnengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun" (Roma 8:25).
Charlotte Collyer memiliki suatu pengharapan untuk bergantung, bahkan ketika ia berduka atas kehilangan suaminya di kapai Titanic.
Dalam surat kepada ibu mertuanya, ia menulis, "Kadangkala saya merasa, kita hidup terlalu banyak untuk satu sama lain, itulah sebabnya mengapa saya kehilangan dia. Tetapi Ibu, kita akan bertemu di surga. Ketika kelompok musik itu memainkan lebih dekat kepada-Mu, ya Allah,' aku tahu mereka memikirkan ibu dan aku, karena kita berdua menyukai lagu itu."
Charlotte sedang mengenang anggota orkes di Titanic yang tetap memainkan iagu itu, sekalipun ketika kapal besar itu miring dan mulai meluncur ke dalam Atlantik. Di tengah semua kepanikan, kebingungan dan tangisan kesulitan, instrumen mereka membangkitkan satu pengharapan di atas dek, satu pengharapan besar untuk da-tang kepada Allah. Dan itulah yang diandalkan Charlotte di saat-saatnya yang paling kelam. Pemikiran bertemu dengan kekasihnya di surga, meiihat dia muka dengan muka, adalah hiburannya.
Melody Homer bergantung pada pengharapan yang sama ini juga. Suaminya, Leroy, tewas dalam kecelakaan pesawat United Flight No. 93, dekat Shanksville, Pennsylvania, pada tanggal 11 September 2001. Daripada melabuhkan kebencian kepada pembunuh suaminya, Melody berpegang pada pengharapan Kedatangan Kedua kali. Ketika saya mewawancarai dia di rumahnya di New Jersey, ia berkata dalam keyakinan yang pasti, "Saya tahu, saya tidak meiihat Leroy untuk terakhir kali-nya. Suatu hari kami akan bersama-sama untuk menemui Yesus di langit."
Melody iman berbicara ke dalam hati saya selama wawancara itu. Keberanian-nya menguatkan saya. ia benar-benar realistis tentang rasa sakit yang diakibatkan oleh kematian suaminya yang tiba-tiba. la realistis juga tentang pengharapan yang mengena dalam hatinya tentang kedatangan Yesus.
Kematian bukanlah perpisahan akhir. Hanya istirahat sejenak. Itu adalah pen-dahuluan Allah kepada kekekaian. Tanpa pengharapan kebangkitan, kematian akan menjadi akhir yang tragis. Dengan itu kita menantikan satu permulaan yang baru.'
Pengharapan yang menyala dalam hati kita adalah pengharapan kemuliaan untuk bersatu dengan orang-orang yang kita kasihi, sekali lagi pada kedatangan Krls-tus. Pengharapan ini memberikan kita keberanian untuk menghadapi hari saat Ini, dan ribuan hari esok. Itu mengeringkan air mata kita dan menunjukkan kita pada waktu dan tempat yang lain, di mana penantian kita memberikan jalan kepada reall-tasnya yang penuh kemuliaan.
No comments:
Post a Comment